INSAN SULTHAN MAULANA HAQ - Official Website. Follow twitter @insanhaq Instagram: insanhaq - www.insan.tk - SELAMAT DATANG - SMK NEGERI 2 BANYUMAS - AUTOBODY REPAIR at VOCATIONAL SCHOOL 2 BANYUMAS . SMK BISA! Insan Sulthan M.H. - Selamat Membaca Postingan Saya.. Terima kasih atas Kunjungan Anda. BLOG PRIBADI INSAN SULTHAN MAULANA HAQ YOU'LL NEVER WALK ALONE!

Welcome to my blog. Thanks for your visit

INSAN SULTHAN MAULANA HAQ

Sukseskan ASIAN GAMES 2018

MatahariMall

Belajar Menerima Kekurangan  

Posted by: Unknown in , ,

       Setiap manusia pasti berbeda, baik bentuk fisik, sifat
maupun nasibnya, sekalipun yang disebut ‘orang
kembar’. Memang, ada yang pintar dan ada yang bodoh,
ada yang miskin dan ada yang kaya serta masih banyak
lagi. Begitu juga ketika jalan di tempat umum, kita sering
menemukan orang yang memiliki paras cantik maupun
ganteng, walaupun bentuk wajah cantik dan ganteng itu
banyak orang menyebutnya sangat relatif. Selain itu, kita
mungkin merasa iri jika melihat orang lain bisa meraih
dan memiliki prestasi yang patut dibanggakan pada
bidang tertentu, tetapi kita tidak bisa. Apa sebenarnya
yang harus kita lakukan dengan semua itu?

       Pada dasarnya, Allah SWT, Sang Pencipta Makhluk,
sungguh maha adil. Dia maha mengetahui makna dibalik
penciptaan-Nya. Betapa tidak, setiap makhluk yang
diciptakannya mempunyai kelebihan dan keistimewaan
tersendiri. Namun, mereka jelas menyimpan kekurangan
dan kelemahan. Artinya, setiap makhluk tidak ada yang
sempurna. Semuanya mengandung sisi posotif dan
negatif. Berangkat dari sini, kita sebagai hamba Allah
harus selalu bersyukur untuk menerima apa adanya,
sesuai yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

      Belajar menerima kekurangan, baik yang terdapat pada
diri sendiri, orang lain ataupun orang yang ada di
sekeliling kita, sangatlah tidak mudah. Selama ini,
barangkali kita hanya menikmati kelebihan-kelebihan,
sementara hati kita tidak pernah bersyukur akan
kekurangan yang banyak menyimpan maksud tertentu.
Saling mengisi sebagai salah satu fungsi dari ukhuwah
(persaudaraan), merupakan faedah dari menerima
kekurangan. Artinya, kelebihan yang kita miliki bisa
memberikan nilai tambah untuk mengisi kekurangan
orang lain dan kekurangan kita bisa diisi dengan
kelebihan orang lain. Hal ini menunjukkan, semua
manusia sangat membutuhkan oragn lain atau tidak ada
menusia yang mampu hidup sendiri, karena hidup ini
adalah untuk saling mengisi.

      Di samping itu, menghargai orang lain merupakan
sebuah pengakuan, bahwa masih banyak orang-orang
yang melebihi kita dalam segala hal. Kita bukan manusia
yang serba ‘super’. Di atas langit, masih ada langit.
Begitulah pepatah mengatakan. Agama mengajarkan,
dalam kaitannya dengan harta (kekayaan), lebih utama
jika kita melihat orang yang ada di ‘bawah’ kita, daripada
mengikuti hawa nafsu untuk mengungguli orang yang
lebih.

      Mengingat datangnya kematian membuat kita semakin
sadar, bahwa semua makhluk akan mengalami
kehancuran. Semua yang kita cintai, akan kita
tinggalkan. Dengan menyadari keadaan ini, kita tidak
diperkenankan untuk berlaku sombong (takabur) maupun
angkuh dengan segala kelebihan yang kita miliki. Dengan
belajar menerima kekurangan, berarti kita belajar
memanusiakan manusia. Akhirnya, kita harus menerima
pemberian atau karunia Allah dalam bentuk apa pun
dengan lapang dada. Semoga...

This entry was posted on 16.55 and is filed under , , . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 komentar

Posting Komentar

adsense

adsense

My Blog List

Blogger Templates