Gue bersyukur, akhirnya gue bebas dari sekolah gue yang namanya SMP NEGERI
1 KROYA. Gue sebenarnya menikmati hidup gue disana karena gue punya teman-teman
yang gila yang pada akhirnya ngebuat gue gila juga. Gue dulu anaknya waras,
baik hati, suka menabung dan tidak sombong. Tapi setelah gue ketemu teman-teman
baru, gue jadi gila. Ini karena mereka orangnya liar banget, seliar kuda yang
ngebet nikah tapi nggak ada cewek yang mau kawin sama dia. Gue juga punya guru
yang agak nggak waras yang dimana waktu dia ngajar ngebuat gue gila. Kenapa gue
bisa gila? Karena kalau beliau ngejelasin kayak orang kumur-kumur dan gue nggak
ngerti apa-apa yang dia jelasin.
Gue sekarang sekolah di Sekolah Teknik yang terkenal dimana orang Banyumas
sampai nggak mau masuk sekolah disini. Gue bersyukur akhirnya gue bisa
menikmati suasana baru dan bakal dapat pengalaman baru tanpa teman-teman gue
yang gila. Kegilaan gue bakalan terus ada kalo gue hangout terus sama mereka.
Tapi sampai sekarang pun gue masih hangout sama mereka walaupun beda sekolah.
Jadi, gue piker kalau kegilaan dalam diri nggak bakalan bisa pergi dalam diri
gue.
Sekolah baru, baju baru, celana baru, sepatu baru, celana dalam baru dan
pacar baru. Untuk pacar baru, gue masih dalam proses. Bukan berarti gue di
sekolah baru, terus gue langsung dapat pacar baru. Di sekolah lama gue dulu aja
gue nggak dapat pacar. Mungkin memang nasib cewek-cewek di sekolah lama gue
agak beruntung, jadinya mereka nggak ngerasain horornya jadi pacar gue.
Gue selalu berharap sama sekolah baru gue yang sekarang supaya gue dapat
pengalaman dan suasana baru. Ini karena gue orangnya cepat banget bosan. Bukan
berarti kalau gue bosan terus gue bisa ganti sekolah seenak udel gue. Gue harus
pikir matang-matang sebelum gue bisa pindah. Tapi seumur hidup gue, gue belum
pernah pindah sekolah karena bosan. Gue belum pernah klarena gue nggak
dibolehin sama bokap gue.
Bokap gue pernah bilang,”Jangan pernah sia-siakan kesempatan yang diberikan
oleh sekolahmu yang sekarang untuk kamu. Belum tentu juga sekolah yang baru
bakalan lebih baik”.
Gue mikir bokap gue ada benarnya juga. Ini juga bisa berlaku bagi
kalian-kalian yang lagi bosan sama pacar lu dan berharap dapat pacar baru yang
lebih baik. Itu artinya kalian nggak bisa bersyukur dan menghargai pacar lu.
Mungkin aja pacar lu sudah memberikan upaya yang terbaik untuk membuatmu
senang. Cuma lu mungkin kurang menghargai usahanya.
Sekolah baru artinya teman baru atau kenalan baru. Banyak orang-orang cukup
aneh yang bisa gue temui di sekolah ini. Ini karena gue liat teman-teman
kelihatan tua-tua semua. Mereka keliatan kayak umur 17 tahunan lebih. Gue baru
nyadar, gue nyasar. Akhirnya gue pun muter-muter lagi untuk cari kelas gue
dimana. Ini sekolah kecil banget. Gue mungkin sudah mutar-mutar sekolah ini
lebih dari 10KM. Gue keringetan. Ketek gue sampai nangis. Bulu dada gue
tiba-tiba jadi panjang walaupun cuma sehelai.
Akhirnya gue bisa ketemu dimana kelas gue yang benar. Murid-muridnya
keliatan seumuran gue semua. Gue duduk dengan manisnya. Pantat gue pun hepi
Dengan kebingungan, salah satu murid dari kelas itu tanya ke gue,”lo dari
mana ya? Gue belum pernah liat muka lu sebelumnya? Lo yakin nggak salah kelas?”
“Gue dari kelas TPBO 1. Ini benar kelas TPBO 1 kan?”, tanya gue dengan muka
seperempat ganteng.
“Ini kelas TPBO 2. Lo salah kelas”, balas dia
Betis gue marah. Pantat gue marah. Perut gue pun tiba-tiba ikutan marah
gara-gara nggak gue kasih makan. Gue tau, ini salah gue.
Gue pun lari dan cari dimana kelas gue. Untungnya gue nggak lari dari
kenyataan, kayak orang galau aja. Akhirnya gue berhasil ketemu dimana kelas
gue. Kelas berjalan normal, tapi otak gue berjalan nggak normal karena gue
nggak ngerti apa-apa sama yang dijelasin oleh profesornya.
Waktu terus
berlalu, gue mulai kenal satu persatu orang-orang di kelas gue. Mulai dari yang
gila sampai gila banget. Ternyata gue di tempatin di kelas yang nggak normal
dimana semua makhluk penghuni kelas ini adalah cowo semua. Gue sebenarnya
senang-senang aja karena gue udah terlatih di sekolah gue yang lama yang dimana
banyak orang gilanya.
Di setiap
tempat baru, pasti kita dapat teman baru. Itu sudah pasti. Mungkin cuma satu
atau dua yang bisa jadi teman lo. Tapi itu sama sekali bukan masalah karena
yang penting ada teman yang baik dan tulus tanpa mengharapkan apapun dari lo.
Ada beberapa orang yang berpura-pura jadi teman lo karena dia mengharapkan
sesuatu dari lo. Gue bersyukur, gue belom pernah sama sekali ketemu orang kayak
gini.
Nggak cuma
teman baru saja yang bisa lo dapat di sekolah baru. Gebetan baru pun juga pasti
dapat. Kecuali lo orangnya pemalu banget sampai-sampai say hello ke cewek saja
nggak berani. Mungkin untuk sebagian orang, cewek itu makhluk yang mengerikan.
Gue sih setuju. Mereka itu bukan mengerikan saja tapi juga susah dimengerti dan
ditebak. Mood mereka juga terkadang bisa gonta-ganti dengan cepat. Mungkin cuma
dalam waktu 5 menit, mood mereka bisa saja berubah. Belom lagi kalau mereka
lagi PMS, gue milih pergi daripada dekat-dekat sama mereka karena gue takut
banget di banting sama mereka. Tapi, walaupun cewek itu makhluk yang susah
dimengerti, sudah khodratnya sebagai laki-laki kita tetap bakalan suka sama
perempuan, kecuali lo homo atau maho.
Gue termasuk
orang yang susah jatuh cinta. Tapi sekalinya gue jatuh cinta, gue bakalan
menggila. Bukan menggila terus jadi orang gila tapi lebih tepatnya menggila
karena sering galau sendiri di kamar. Untungnya kamar gue punya tempat yang
enak untuk ngegalau.
Gue tipe
orang yang membedakan antara “suka” dan “jatuh cinta”. Gue orang yang gampang
banget untuk suka sama seseorang. Maksud gue tentang “suka” itu nggak jauh dari
luarnya saja atau karena wajah cantik yang dia punya. Tapi untuk jatuh cinta
itu beda, ini makhluk bisa tiba-tiba mucul di hati gue kapan aja tanpa ada
alasan apapun. Mau muka cantik atau jelek, orangnya ngeselin atau gimana pun,
rasa jatuh cinta ke cewek bisa aja muncul di gue kapan aja. Tapi ini sangatlah
jarang terjadi di gue. Tapi nggak tau kenapa, akhir-akhir ini, makhluk ini
mulai muncul lagi di gue.
Tapi untuk kali
mungkin sedikit beda. Gue bakalan butuh waktu sebelum gue bisa ngomong,” Gue
sayang lo”
This entry was posted
on 15.20
and is filed under
Baru
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
